Kerja keras petugas Polsek Cilandak dalam memburu kawanan geng motor yang telah menewaskan cewek ABG, Mia Nuraeny alias Mia yang berusia 16 tahun , telah membuahkan hasil. Polisi telah berhasil menangkap enam pemuda yang membuat nyawa gadis malang itu melayang, Kamis (13/3) dinihari.

Keenam pelaku yang masih remaja itu saat ini masih harus menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Cilandak. “Motifnya masih kita dalami, tersangka masih diperiksa. Namun untuk sementara satu pelaku sakit hati karena cintanya diputus. Ia telah mengajak rekannya untuk menganiaya tiga ABG, salah satu di antaranya wanita,” kata Kapolsek Cilandak, Kompol Sungkono.

Menurut Sungkono, sejak terjadi penganiayaan yang telah dilakukan geng motor tersebut, petugas langsung bertindak cepat dengan melakukan olah TKP dan mendapatkan saksi untuk dapat mengetahui pelaku penganiayaan yang dialami tiga ABG saat nongkrong di pinggir Jalan Bahari, depan Terogong Residence, Cilandak tersebut.

“Dari pengembangan itulah, didapat nama pelaku. Kami langsung mengejarnya dan berhasil menangkap enam orang. Dua orang lagi masih kami buru,” ujarnya.  Informasi yang dihimpun, satu pelaku juga merupakan mantan pacar korban yang sakit hati dengan Mia.

Sebelumnya, tiga ABG telah dikeroyok oleh delapan orang anggota geng motor di Jalan Bahari Depan Terogong Residence, Kel. Cilandak Barat, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan. Rabu (12/3) dinihari. Seorang perempuan kritis akibat luka di bagian kepala akibat hantaman benda tajam dan gir motor.

Para korban yang masih ABG diketahui berinisial SS, 14, SN, 14, dan Mia, 14. Mereka telah menjalani perawatan di IGD RS Fatmawati setelah masing-masing kepala korban mengalami luka akibat dikeroyok dan terkena senjata tajam.

Peristiwa ini telah terjadi sekira pukul 01:00 dinihari. Korban saat itu sedang nongkrong di jalan dihampiri enam orang laki-laki yang tidak dikenal naik sepeda motor. “Dari keterangan saksi-saksi tanpa basa-basi korban langsung dikeroyok dan dilukai oleh pelaku,” kata Kapolsek Cilandak, Kompol HM Sungkono. Tanpa rasa kasihan mereka juga menghajar ABG perempuan hingga mengalami luka parah dan bermandikan darah.

Usai membacok ketiga ABG tersebut, para pelaku kabur. Warga yang melihat kejadian ini segera membawa korban ke RS Fatmawati dan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Cilandak.

Geng Motor Pembunuh Cewek ABG Diringkus

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »